Categories
Parenting

Tiga Manfaat Mendengarkan Musik Bersama

Selain menyenangkan hati, musik dapat membantu menstimulasi kemampuan motorik si batita, yang memang sedang berkembang pesat pada tahapan usia ini. “Anak-anak belajar melalui gerakan,” kata Rosalie Pratt, Profesor di bidang musik untuk kesehatan dari Brigham Young University, Amerika Serikat.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

“Saat bermain, mereka tidak berbicara, melainkan bergerak. Itulah cara belajar mereka,” tambahnya. Musik menjadi sarana untuk bonding antara Mama dan si batita. Mendengarkan musik yang gembira membuat Mama ingin menari bersamanya. Kegiatan ini tentu akan membuatnya bahagia, sehingga menjadi hal yang ia tunggu-tunggu.

Musik mengasah kreativitas. Selain memperdengarkan lagu-lagu yang ia kenal maupun yang Mama sukai, Mama juga bisa menjadikan ajang bermusik sebagai kesempatan untuk menciptakan lagu-lagu bersama si kecil tentang hal-hal yang menarik. Tak perlu kata-kata puitis dan nada-nada sulit, berangkatlah dari kata-kata yang ia kenal dan nada sederhana.

”Bacakan Lagi Pa!”

Rasanya bosan saat anak me minta kita membacakan cerita yang sama berulangulang. Namun, hal itu sebetulnya normal. Anak senang men dapatkan pengetahuan atau cerita dari buku yang kita bacakan. Karena anak belum bisa membaca sendiri, maka hal yang bisa ia lakukan adalah mengingatnya. Untuk itu, ia perlu mendengar cerita tersebut dibacakan berkalikali.

Kadang ia juga meminta kita untuk membacanya dengan tepat, tanpa ada bagian atau halaman yang terloncat. Nah, jika Mama atau Papa sudah bosan membacakannya, coba pancing anak untuk menceritakan isi buku tersebut dengan kata-katanya sendiri. Misal, sambil menunjukkan gambar di halaman tertentu, minta anak bercerita dengan satu atau dua kalimat pancingan, “Kak, ini si tikus kecil kenapa, ya, kok, enggak bisa tidur?”

Lalu, biarkan anak menjawab sesuai yang ia tahu. Cara lainnya, keluarkan koleksi buku cerita yang sudah lama tak dibaca, sementara buku yang baru dibacakan taruh di deretan buku terbawah atau terakhir. Jadi, anak akan membaca buku “baru” alias sudah lama tak dibaca sementara kita pun tak terlalu bosan membacakannya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *