Categories
News

Tiga Dara Bag4

Laki-laki datang dan pergi, datar, dengan cerita yang putus-putus. Dalam Tiga Dara 1957, laki-laki juga datang dan pergi dan datar. Tapi si nenek menghadirkan ambiguitas yang kocak dalam menampilkan posisi perempuan: ia, wanita, mendominasi rumah tangga itu; tapi benarkah ia bebas dari nilai-nilai yang mengungkung perempuan? Dalam karya Nia Dinata persoalan itu tak ada. Aksen yang kuat bagi ke-perempuanan bahkan masuk ke lirik lagu-lagu. Mengagumkan, tapi ini membuat Ini Kisah Tiga Dara penting sebagai statemen, tak impresif sebagai musikal. Lagu-lagunya diberi tugas mengusung pesan verbal. Dan ketika nyanyian juga dipertautkan dengan tari, lagu-lagu itu seakanakan kehilangan peran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *