Categories
Uncategorized

Pemain Sepak Bola Negara Sangat Di Pentingkan

Maklum, federasi sepak bola negara itu baru diterima menjadi anggota Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pada Mei lalu. Negara yang baru merdeka pada 2008 itu pun masih mungkin merangkul pemain lain berdarah Kosovo yang tersebar di berbagai negara jika mendapat persetujuan FIFA.

Di tim nasional Swiss, misalnya, ada Xherdan Shaqiri, Valon Behrami, dan Granit Xhaka, yang juga berasal dari Kosovo. Shaqiri dan Xhaka sama-sama lahir di Gnjilane, Kosovo, dan dibawa bermigrasi ke Swiss oleh orang tuanya saat masih berusia di bawah lima tahun. Di negara baru itu, ketika banjir imigran terus diprotes dan menjadi perdebatan, mereka bisa leluasa menempa diri dengan kemampuan bermain bola berkat kehadiran sistem pelatihan yang sangat terstruktur dan bisa menjangkau semua pelosok.

Shaqiri dan Xhaka sama-sama dibesarkan klub FC Basel, yang sangat terbuka kepada pemain imigran. Negara yang juga ramah terhadap keturunan imigran adalah Prancis. Klub divisi II negara itu, Le Havre, menjadi salah satu tempat lahirnya banyak pemain imigran hebat. Riyad Mahrez di antaranya. Pemain ini lahir di Prancis, tapi akhirnya memilih membela tim nasional negeri leluhurnya, Aljazair. Musim ini, ia tampil mencorong bersama Leicester City, yang menjadi juara Liga Inggris. Di awal kariernya, Mahrez sempat mendapat tawaran dari akademi Paris Saint-Germain dan Marseille. Tapi ia memilih Le Havre.

”Itu pilihan terbaik bagi saya karena klub tersebut memiliki sistem pembinaan usia muda yang sangat bagus,” ujar gelandang 25 tahun ini, seperti dikutip Guardian. Le Havre merupakan salah satu yang terbaik dari 40 akademi sepak bola di Prancis. Akademi di sana umumnya menerima 350 pemain hasil didikan 500 sekolah olahraga dan 25 pusat pelatihan lokal di seantero negeri. Melalui proses berkesinambungan, setiap tahun akademiakademi itu akan melahirkan sekitar 70 pemain profesional.

Saat ini, Le Havre juga menyumbangkan empat alumnusnya ke tim nasional Prancis yang akan berlaga di Piala Eropa 2016. Mereka adalah Paul Pogba, Dimitri Payet, Steve Mandanda, dan Lassana Diarra. Pogba memiliki darah Guinea; Payet lahir di Kepulauan Reunion, Samudra Hindia; leluhur Mandanda berasal dari Kongo; sedangkan Diarra memiliki darah Mali. Masuknya mereka ke tim nasional mendatangkan pujian tersendiri bagi Le Havre. ”Ini menjadi pengakuan atas sistem pelatihan di Havre,” kata Johann Louvel, direktur pusat pelatihan klub itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *