Categories
News

Jadi Siapa Wakil Gubernur Jakarta

JAKARTA — Perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra semakin sengit. Kesepakatan tertulis yang pernah diteken di depan pimpinan kedua partai terancam batal. Kepada Tempo, akhir pekan lalu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menyatakan kursi Wakil Gubernur DKI tidak otomatis menjadi milik PKS. “Harus ikuti mekanisme aturan yang ada, dong. PKS ajukan calon, Gerindra juga,” kata dia. Sebelumnya, Wakil Ketua DPP Gerindra, Edhy Prabowo, juga mengatakan bahwa Taufik merupakan calon yang akan diusulkan partainya untuk menggantikan Sandiaga. “Saudara Taufik yang kami usulkan. Enggak ada yang lain,” kata dia. Taufik mengakui telah meneken surat kesepakatan ihwal penjatahan Wakil Gubernur DKI untuk PKS. Namun dia berkeras surat itu tidak sah lantaran tidak ditandatangani Sekretaris Gerindra DKI. “Anggap saja enggak ada itu. Enggak ada tanda tangan sekretaris, enggak sah,” ujar dia.

Surat tersebut juga tak menghalangi Taufik untuk bermanuver. Dia telah mendekati sejumlah pemimpin fraksi di DPRD DKI untuk menggalang dukungan. Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus, misalnya, mengaku diajak bicara oleh Taufik pada saat Sandiaga mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan wakil gubernur pada Kamis tiga pekan lalu. Taufik juga mengklaim telah mendapat sinyal dukungan dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. “Pak Prabowo bilang ke saya, ‘Serahkan ke DPRD.’ Saya bilang, ‘Kalau diserahkan ke DPRD, insya Allah menang,’” ujar Taufik. Namun Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan bahwa kursi Wakil Gubernur DKI merupakan jatah partainya sesuai dengan kesepakatan menjelang deklarasi pencalonan Prabowo Subianto Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019. “Pak Prabowo sudah berkomitmen seperti itu,” ujar Sohibul selepas acara ulang tahun Partai Amanat Nasional, Kamis malam lalu. Mekanisme pengisian jabatan wakil gubernur yang kosong di tengah jalan diatur dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Aturannya, partai pengusung mengajukan dua nama calon pengganti wakil gubernur ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui gubernur. Selanjutnya, kedua nama dipilih dalam rapat paripurna DPRD. Menurut Sohibul, ketika PKS menyokong Sandiaga—yang merupakan kader Gerindra—untuk mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden, kursi wakil gubernur disepakati merupakan jatah PKS. Selaku Ketua Umum Gerindra, kata dia, Prabowo pun mempersilakan PKS mengusulkan nama calon Wakil Gubernur DKI. Sohibul mengaku telah membicarakan manuver Taufik dengan Prabowo.

“Nanti diselesaikan. Taufik akan diselesaikan oleh saya,” kata Sohibul menirukan ucapan Prabowo. Menurut Sohibul, Prabowo menegaskan komitmen tersebut di hadapan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri. Meski begitu, PKS tetap berjaga-jaga bila Gerindra akhirnya mencederai kesepakatan awal. Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Aliyudin, mengatakan akan mengerahkan kader PKS di DPRD untuk mengamankan kursi Wakil Gubernur Jakarta. “Kalaupun surat itu ada, kan belum tentu dia mau ikuti,” kata Suhud. Senada dengan Suhud, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari PKS, Triwisaksana, mengatakan akan membentuk tim sukses guna memuluskan calon PKS. “Tugasnya melobi dan memuluskan agar bisa kuorum saat sidang paripurna,” kata dia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *