Categories
News

Aplikasi untuk Membantu Kirim Foto via WA WEB

Aplikasi untuk Membantu Kirim Foto via WA WEB – Album foto: Jangan biarkan foto-foto Anda terbengkalai tak berguna. Berikan sentuhan cantik agar foto-foto tersebut lebih “bernyawa” dan dapat menghiasai nostalgia Anda lewat aplikasi My Memory Suite. My Memories Suite versi 6 adalah aplikasi olah digital untuk membuat album foto digital dari koleksi foto Anda. Aplikasi yang dikembangkan oleh StoryRock ini memiliki feature yang dapat membantu Anda dalam mendesain dan membuat album, mulai dari proses pemilihan foto hingga pencetakan. Pada versi 6 ini, My Memories Suite memiliki sejumlah hal baru yang belum tersedia pada versi sebelumnya, antara lain ketentuan untuk penggunaan komersial, perbaikan performa untuk 64- bit, toolbar yang dapat dikustomisasi, show-hide dan lock-unlock pada layer, serta perbaikan pada hiasan dan teks. Aplikasi ini memiliki sejumlah besar template yang dapat Anda gunakan sebagai kerangka pengerjaan. Hal ini jelas dapat menghemat waktu karena Anda tidak perlu mendesain dari nol.

Namun, jika pilihan template dirasa kurang cocok dengan selera, opsi untuk menyusun dari awal bisa Anda pilih. Selanjutnya, daftar foto koleksi dan daftar halaman dari template akan tampil pada layar. Anda dapat melakukan drag and drop sebuah foto untuk menempatkan foto tersebut pada halaman. Aplikasi juga memungkinkan Anda menambahkan latar, hiasan, teks, word art, serta bentuk dan garis. Dengan demikian desain album Anda dapat lebih cantik. Setelah berkreasi dan mendesain album, Anda dapat mengekspor proyek tersebut ke dalam format JPG, PDF, SNG, atau SVG. Opsi untuk melakukan ekspor beberapa halaman juga tersedia dan dapat Anda manfaatkan. My Memories juga dilengkapi layanan pencetakan jika Anda memutuskan untuk melakukan transformasi karya Anda menjadi bentuk fisik. Sayangnya, aplikasi tidak dilengkapi feature untuk berbagi dengan media sosial sehingga Anda tidak bisa memperlihatkan hasil karya Anda ke teman atau kerabat

Categories
News

Bangkok Terancam Tenggelam pada 2030

BANGKOK — Bank Dunia menyatakan bahwa Bangkok, ibu kota Thailand, terancam tenggelam pada 2030. Seperti dilansir South China Morning Post, Bank Dunia menyatakan bahwa Bangkok—yang berada sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut—diproyeksikan menjadi salah satu daerah perkotaan yang paling terancam akibat lingkungan, selain Jakarta dan Manila. ”Hampir 40 persen wilayah Bangkok akan banjir pada awal 2030 karena curah hujan ekstrem dan perubahan cuaca,” demikian laporan Bank Dunia, kemarin. Masalah ini menjadi hal yang ironi karena muncul ketika Bangkok tengah bersiap mengadakan pembicaraan tentang perubahan iklim. Kota dengan jumlah penduduk lebih dari sepuluh juta tersebut terkena dampak lingkungan. Ibu kota Thailand mengalami penurunan dan tenggelam 1-2 sentimeter per tahun serta ada risiko banjir besar dalam waktu dekat. “Kota seakan sudah sebagian besar di bawah permukaan laut,” kata Tara Buakamsri dari Greenpeace, organisasi nirlaba pegiat lingkungan. Hujan deras juga tengah melanda sejumlah kawasan Thailand. Bangkok Post melaporkan, hujan deras semalaman melumpuhkan lalu lintas di beberapa jalan utama di ibu kota.

Departemen Meteorologi menyatakan, hujan diperkirakan mencakup lebih dari 60 persen kawasan Bangkok dan provinsi sekitarnya, dengan perkiraan hujan lebat untuk beberapa daerah. Hujan lebat selama jam sibuk pada Senin sore lalu mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sejumlah wilayah kota. Gangguan akan layanan kereta listrik Purple Line memperparah masalah komuter. Ratusan penumpang—sebagian besar pekerja kantor—terdampar di Stasiun Tao Poon setelah layanan komuter ditangguhkan. Otoritas transportasi setempat, atau Metropolitan Rapid Transit Authority, menyatakan moda transportasi ditangguhkan akibat kerusakan sistem listrik karena hujan lebat. Direktur Departemen Drainase dan Limbah Kota Bangkok Narong Raungsri mengatakan kelemahan penataan kota disebabkan buruknya pengembangan kota. “Kawasan resapan dan cekungan penampungan air sudah tidak ada lagi,” ujar dia. Sejumlah ahli mengatakan urbanisasi dan garis pantai yang tidak terkendali akan menyebabkan Bangkok dan penduduknya dalam situasi kritis. Banyaknya gedung pencakar langit berkontribusi pada penurunan bertahap sejumlah wilayah karena tidak adanya daerah resapan. “Kanal-kanal yang digunakan untuk melintasi kota kini telah digantikan oleh jaringan jalan,” kata Suppakorn Chinvanno, ahli iklim dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok

Categories
News

Buku untuk Anak

K ehadiran anak se mata-wayangnya, Tristan, menjadi in – – spirasi bagi Susan Bachtiar meluncurkan buku berjudul Tristan The Traveler. Buku yang menceritakan petualangan tokoh Tristan dan Mumu dalam bahasa gambar ini, menjadi sangat menarik untuk dijadikan rujukan dalam menggiring anak-anak menjauh dari gawai yang selama ini secara tidak langsung telah menjadi teman mereka. “Saya percaya tradisi baca buku seharusnya tidak boleh hilang.

Apalagi saat anak-anak makin mudah meraih gawai, dan kita sebagai orang tua lebih permisif meminjamkan telepon genggam, terutama saat lelah”, ungkap Susan Bachtiar dalam acara peluncuran buku perdananya, pekan lalu di Jakarta. Melalui Tristan The Traveller, Susan Bachtiar bercerita dan berbagi tentang apa yang Tristan temukan di tempat-tempat yang ia kunjungi saat traveling, melalui gambar. Kehadiran Tristan dan Mumu si Boneka Beruang sebagai tokoh sentral dalam buku bergambar ini, tak lain sebuah perjalanan petualangan selama liburan sekolah yang disampaikan dengan menarik.

“Anak-anak pasti punya pandangan sendiri saat mereka berlibur, tentang sebuah tempat dan keunikannya. Kita sebagai orang tua pasti paham, dan saya juga mencoba menyelami hal tersebut melalui anak saya Tristan” ungkap Susan, Diakui gagasan untuk membuat buku ini muncul pada 2016, yang kemudian disambut dengan baik oleh Tommy Thomdean seorang kartunis handal di Indonesia. Tommy membantu menuangkan naskah cerita yang disusun Susan Bachtiar melalui bahasa gambar. Dalam proses pembuatan buku ini Susan juga dipertemukan dengan Roosie Setiawan, Founder Reading Bugs yang memperkenalkan metode Read A loud atau Membaca Nyaring bagi para orang tua untuk membacakan buku kepada anaknya sejak usia dini

Categories
News

Jadi Siapa Wakil Gubernur Jakarta

JAKARTA — Perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra semakin sengit. Kesepakatan tertulis yang pernah diteken di depan pimpinan kedua partai terancam batal. Kepada Tempo, akhir pekan lalu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menyatakan kursi Wakil Gubernur DKI tidak otomatis menjadi milik PKS. “Harus ikuti mekanisme aturan yang ada, dong. PKS ajukan calon, Gerindra juga,” kata dia. Sebelumnya, Wakil Ketua DPP Gerindra, Edhy Prabowo, juga mengatakan bahwa Taufik merupakan calon yang akan diusulkan partainya untuk menggantikan Sandiaga. “Saudara Taufik yang kami usulkan. Enggak ada yang lain,” kata dia. Taufik mengakui telah meneken surat kesepakatan ihwal penjatahan Wakil Gubernur DKI untuk PKS. Namun dia berkeras surat itu tidak sah lantaran tidak ditandatangani Sekretaris Gerindra DKI. “Anggap saja enggak ada itu. Enggak ada tanda tangan sekretaris, enggak sah,” ujar dia.

Surat tersebut juga tak menghalangi Taufik untuk bermanuver. Dia telah mendekati sejumlah pemimpin fraksi di DPRD DKI untuk menggalang dukungan. Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus, misalnya, mengaku diajak bicara oleh Taufik pada saat Sandiaga mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan wakil gubernur pada Kamis tiga pekan lalu. Taufik juga mengklaim telah mendapat sinyal dukungan dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. “Pak Prabowo bilang ke saya, ‘Serahkan ke DPRD.’ Saya bilang, ‘Kalau diserahkan ke DPRD, insya Allah menang,’” ujar Taufik. Namun Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan bahwa kursi Wakil Gubernur DKI merupakan jatah partainya sesuai dengan kesepakatan menjelang deklarasi pencalonan Prabowo Subianto Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2019. “Pak Prabowo sudah berkomitmen seperti itu,” ujar Sohibul selepas acara ulang tahun Partai Amanat Nasional, Kamis malam lalu. Mekanisme pengisian jabatan wakil gubernur yang kosong di tengah jalan diatur dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Aturannya, partai pengusung mengajukan dua nama calon pengganti wakil gubernur ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui gubernur. Selanjutnya, kedua nama dipilih dalam rapat paripurna DPRD. Menurut Sohibul, ketika PKS menyokong Sandiaga—yang merupakan kader Gerindra—untuk mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden, kursi wakil gubernur disepakati merupakan jatah PKS. Selaku Ketua Umum Gerindra, kata dia, Prabowo pun mempersilakan PKS mengusulkan nama calon Wakil Gubernur DKI. Sohibul mengaku telah membicarakan manuver Taufik dengan Prabowo.

“Nanti diselesaikan. Taufik akan diselesaikan oleh saya,” kata Sohibul menirukan ucapan Prabowo. Menurut Sohibul, Prabowo menegaskan komitmen tersebut di hadapan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri. Meski begitu, PKS tetap berjaga-jaga bila Gerindra akhirnya mencederai kesepakatan awal. Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Aliyudin, mengatakan akan mengerahkan kader PKS di DPRD untuk mengamankan kursi Wakil Gubernur Jakarta. “Kalaupun surat itu ada, kan belum tentu dia mau ikuti,” kata Suhud. Senada dengan Suhud, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari PKS, Triwisaksana, mengatakan akan membentuk tim sukses guna memuluskan calon PKS. “Tugasnya melobi dan memuluskan agar bisa kuorum saat sidang paripurna,” kata dia