Categories
News

Buku untuk Anak

K ehadiran anak se mata-wayangnya, Tristan, menjadi in – – spirasi bagi Susan Bachtiar meluncurkan buku berjudul Tristan The Traveler. Buku yang menceritakan petualangan tokoh Tristan dan Mumu dalam bahasa gambar ini, menjadi sangat menarik untuk dijadikan rujukan dalam menggiring anak-anak menjauh dari gawai yang selama ini secara tidak langsung telah menjadi teman mereka. “Saya percaya tradisi baca buku seharusnya tidak boleh hilang.

Apalagi saat anak-anak makin mudah meraih gawai, dan kita sebagai orang tua lebih permisif meminjamkan telepon genggam, terutama saat lelah”, ungkap Susan Bachtiar dalam acara peluncuran buku perdananya, pekan lalu di Jakarta. Melalui Tristan The Traveller, Susan Bachtiar bercerita dan berbagi tentang apa yang Tristan temukan di tempat-tempat yang ia kunjungi saat traveling, melalui gambar. Kehadiran Tristan dan Mumu si Boneka Beruang sebagai tokoh sentral dalam buku bergambar ini, tak lain sebuah perjalanan petualangan selama liburan sekolah yang disampaikan dengan menarik.

“Anak-anak pasti punya pandangan sendiri saat mereka berlibur, tentang sebuah tempat dan keunikannya. Kita sebagai orang tua pasti paham, dan saya juga mencoba menyelami hal tersebut melalui anak saya Tristan” ungkap Susan, Diakui gagasan untuk membuat buku ini muncul pada 2016, yang kemudian disambut dengan baik oleh Tommy Thomdean seorang kartunis handal di Indonesia. Tommy membantu menuangkan naskah cerita yang disusun Susan Bachtiar melalui bahasa gambar. Dalam proses pembuatan buku ini Susan juga dipertemukan dengan Roosie Setiawan, Founder Reading Bugs yang memperkenalkan metode Read A loud atau Membaca Nyaring bagi para orang tua untuk membacakan buku kepada anaknya sejak usia dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *